Sejarah Perjalanan
Sebuah Perjalanan dari Cita-cita Luhur Menuju Pusat Pendidikan Islam Modern.
Awal Mula Sebuah Gagasan
Awal Mula Sebuah Gagasan
Pendidikan Pesantren Moderen Cendikia Puruhita Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI) Samata Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dibidani oleh Panglima Kodam XIV Hasanuddin yang saat itu dijabat oleh Bapak Brigjen Hasan Slamet bersama Alim Ulama se-Sulawesi Selatan dalam sebuah musyawarah yang berlangsung pada bulan September 1970 di Makassar. Dalam musyawarah itu disepakati mendirikan sebuah Pesantren Pertama di Kabupaten Gowa yang diberi nama "Pendidikan Pesantren Moderen Cendikia Puruhita" yang dibangun pada tahun 1972 di atas tanah seluas 539.215 meter persegi. Pesantren ini berlokasi di Jalan H. M. Yasin Limpo No. 42 Kelurahan Romang Polong Kecamatan Sombaopu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
Secara kelembagaan pesantren ini dibina langsung oleh fungsionaris Golkar dan GUPPI, sedang pelaksanaan pendidikan dan pembelajarannya pada awal berdirinya dilaksanakan oleh personil dari TNI, Polri dan Tokoh Pendidik, bahkan pejabat pemerintah baik dari tingkat provinsi Sulawesi Selatan maupun tingkat Kabupaten Gowa, yang hanya membina Madrasah Aliyah saja selama kurang lebih 10 tahun. Sebagai tenaga pelaksana Kodam IV/Hasanuddin menunjuk Mayor K.H. A. Halim Yahya dan Kapten Amin Rante masing-masing sebagai Pimpinan dan Sekretaris Pimpinan.
Era Perkembangan & Transisi
Dalam perjalanannya keadaan ini berubah seirama dengan perkembangan zaman, dimana jenjang pendidikan yang dibuka dan rekrutmen santrinya, bukan lagi seperti pada awalnya di mana pesantren menerima santri melalui perwakilan setiap kabupaten/kota dan dibayai oleh setiap kabupaten/kota. Pengurus membuka pendaftaran secara umum sekaligus membuka lembaga tingkat Madrasah Tsanawiyah. Pada saat itu jumlah pendaftar mencapai 451 orang santri dengan tenaga pengajar atau ustadz dan ustadzah 51 orang ditambah 4 orang staf.
Regenerasi Kepemimpinan 1984
Pada tahun 1984 terjadi pergantian Pimpinan Yayasan dan Pimpinan Pesantren sekaligus pimpinan lembaga masing-masing. Sebagai Ketua Yayasan H. Alim Bahrie dan Sekretaris Drs. H. Iskandar Idy. Pimpinan Pesantren adalah H. Muh. Yasin Miyala sedangkan Sekretaris adalah Drs. H. Sulaeman Taha merangkap Kepala Madrasah Aliyah. Kepala Madrasah Tsanawiyah adalah H. Abd. Latif, S.Ag. Kepala SMP Drs. H.Saidi T. Pada saat itu Pendidikan Pesantren Moderen Cendikia Puruhita baru terdiri dari tiga lembaga yaitu SMP, MTs. dan Madrasah Aliyah dengan jumlah santri sebanyak 330 orang.
Melanjutkan Estafet di Milenium Baru
Pada tahun 2000 terjadi pergantian Pengurus Yayasan masing-masing yaitu H. M. Amin Syam sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Yayasan Bapak Drs. H. Andi Patabai Pabokori. Pimpinan Pesantren adalah Drs.K.H.Abu Bakar Paka dengan Sekreatris Drs. Moh. Ismail Amin, Kepala Madrasah Aliyah Drs.Abdul Hafid, M.Pd, Kepala MTs. H. Abd.Latif, S.Ag dan Kepala SMP dijabat oleh Drs. Saidi T.
Ekspansi Pendidikan di Era Modern
Memasuki era modern, Pesantren Cendekia Puruhita terus berinovasi. Di bawah kepemimpinan pengurus saat ini, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Prof. Dr. H. Andi Nurdin Halid, dan Ketua Yayasan, Drs. H. A. Abd. Kadir Halid, M.RE., yayasan melakukan ekspansi besar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat yang semakin kompleks.
Sebagai wujud komitmen pada visi modernisasi pendidikan,
didirikanlah unit-unit pendidikan baru mulai dari jenjang fundamental hingga
pendidikan tinggi. Secara bertahap, dibuka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),
Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Dasar Islam (SDI) untuk membangun fondasi
keilmuan dan akhlak sejak dini. Puncak dari ekspansi ini adalah pendirian
Universitas Nusantara Harapan, yang bertujuan mencetak intelektual muslim yang
tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif dalam sains dan
teknologi di tingkat global, memastikan setiap santri siap menghadapi tantangan
masa depan.
Kronologi Waktu
Linimasa Tonggak Sejarah
1970
Musyawarah Pendirian
Diprakarsai oleh Pangdam XIV Hasanuddin dan Alim Ulama se-Sulawesi Selatan, sebuah cita-cita untuk mendirikan pesantren modern di Gowa lahir.
1972
Peletakan Batu Pertama
Pesantren mulai dibangun di atas tanah seluas 539.215 m², menandai dimulainya sebuah perjalanan bersejarah dalam dunia pendidikan.
1984
Era Baru & Regenerasi
Terjadi pergantian kepemimpinan, pendaftaran dibuka secara umum, dan jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) resmi didirikan.
2000
Melanjutkan Estafet Perjuangan
Pergantian pengurus di awal milenium baru memastikan visi dan misi pesantren terus berjalan dan beradaptasi dengan tantangan zaman.
Era Modern
Ekspansi Pendidikan Menyeluruh
Pendirian jenjang PAUD, MI, SDI, hingga Universitas Nusantara Harapan sebagai komitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.